CARA MENJADI LEADER MLM

CARA MENJADI LEADER MLM

Jika Anda Sudah menjadi Leader apa Anda sudah melakukan 4 hal ini atau belum?

1. DIMULAI DARI DIRI ANDA SENDIRI
perlu jadi pemimpin bagi diri anda sendiri. gampang gak? dan ini kondisi yang paling sulit karena jika anda ingin memimpin 100 orang anda ingin memimpin 1000 orang anda harus bisa memimpin 1 orang terlebih dahulu yaitu diri anda sendiri dan mempipin diri sendiri tidaklah mudah anda harus Disiplin & Konsisten memiliki kemampuan untuk memotivasi diri sendiri
dan ini perlu anda pelajari dan perlu dijadikan kebiasaan ketika anda malas melalukan sesuatu anda harus melawan rasa malas itu, baru anda bisa memimpin diri anda sendiri. ketika anda sudah bisa mempipin diri sendiri mempimpin 100 orang bahkan 10.000 orangpun akan sangat mudah.

2. MENJADI FOLLOWER TERLEBIH DAHULU
Seorang pemimpin yang baik dimulai dari menjadi follower terlebih dahulu, ini ada sebuah kisah menarik pada saat seorang motivator memberikan pertanyaan yang cukup menarik pilih mana menjadi leader atau menjadi follower? atau lebih penting mana Leader atau follower semua di ruangakn tersebut mengatakan lebih penting leader tapi beliau mengatakan No! belia berkata yang lebih penting menjadi follower.

dibisnis MLM kita semua memiliki 2 peran, peran sebagai Upline tapi kita juga memiliki peran sebagai downline dan seringkali kita lupa bahwa kita menjadi downline terlebih dahulu sebelum menjadi upline, dan posisi sebagai downline terbaik perlu diisi terlebih dulu sebelum kita menjadi upline terbaik, jika anda ingin menjadi upline terbaik pastikan anda menjadi downline terbaik bagi upline anda dulu karnea anda tidak bisa menjadi leader terbaik jika anda menjadi follower yang buruk.

3. TEACHABLE
dibisnisn MLM ada perisip Belajar, Lakukan, Ajarkan. ini konsep yang sangat sederhana sekali pada saat anda menjadi follower anda belajar dari upline anda, anda turuti apa yang di ajarkan upline anda oleh tim bisnis anda dari semua Lakukan sendiri yang perlu anda lakukan anda bagikan ke downline anda atau duplikasi persis apa yang sudah upline anda katakan bagikan
dan lakukan untuk anda dan lakukan itu kepada team anda dan anda sudah dipastikan jadi leader, jika anda merasa itu adalah kerjaan upline saya dan saya tidak perlu melakukan saya tenang-tenang saja maka anda tidak akan pernah menjadi leader karena anda melepaskan semua tanggung jawab anda ke upline anda.

4. RESPONSIBILITY / TANGGUNG JAWAB
Semua leader mengambil tanggung jawab, jadi anda harus mengambil tanggung jawab terhadap tindakan anda terlebih dahulu baru bicara tanggung jawab terhadap team anda, jika ada hal-hal yang bisa anda lakukan ambilah tanggung jawab tersebut bantulah team anda tanpa harus diingatkan oleh upline anda, anda tidak perlu nunggu instuksi dari atas baru melakukan, lakukanlah karena ini adalah bisnis anda dan ini adalah tanggung jawab anda untuk mengembangkan bisnis anda bukan tanggung jawab upline anda.

5. LEADERSHIP IS ACTION NOT POSITION
Leadership ini adalah Kepemimpinan tindakan bukan jabatan, leadership anda perlu menunjukan kerja anda jadi anda perlu memberikan contoh terhadap team anda jika anda ingin menjadi leader.

TEKNIK CLOSING

TEKNIK CLOSING

  1. Memahami Keunggulan Produk & Marketing Plan
    Tentu saja hal ini sangatlah penting ketika ingin menerapkan teknik closing. Banyak pembelian yang gagal hanya karena Kamu atau Customer Service Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan calon pembeli terkait produk yang Kamu jual karena ini bisnis MLM ada Bonus-Bonus yang dibagikan maka Marketing Plan wajib kamu pahami juga. Oleh sebab itu, Kamu atau Customer Service harus memahami kelebihan serta kekurangan dari produk maupun Marketing plannya.
    .
  2. Membangun Kepercayaan
    Kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam berbisnis. Tanpa adanya rasa percaya dari calon pembeli, maka calon pembeli akan meragukan produk yang Kamu jual. Ada banyak cara yang bisa Kamu lakukan untuk membangun kepercayaan calon pembeli, salah satunya dengan memberikan pelayanan atau servis yang ramah dan baik.
    .
  3. Mengetahui Kenapa Konsumen Harus Beli Sekarang
    Kamu juga harus mengetahui kenapa konsumen harus membeli produk Kamu sekarang. Seperti jika mereka melakukan pembelian hari ini, maka mereka akan mendapatkan keuntungan. Nah, setelah mempersiapkan beberapa hal di atas, kini saatnya Kamu menerapkan teknik closing yang tepat dan efektif.
    .
  4. Berikan Pertanyaan Pilihan
    Teknik pertama adalah Kamu harus selalu memberikan pertanyaan pilihan, jangan sampai memberikan pertanyaan putus, seperti:“Kak, jadi beli produknya ga?”Kalau Kamu bertanya seperti itu, kemungkinan besar calon pembeli akan menjawab Gak! atau bahkan didiemin aja.Nah, oleh sebab itu Kamu harus memberikan pertanyaan pilihan seperti:“Kak, jadinya mau COD atau Dikirim?”“Kak, jadinya pilih yang 1 Paket atau 3 Paket ?” order 3 paket dapat cashback 120.000 dan 1 kg masuk 3 paket

    Dengan menggunakan pertanyaan pilihan, tentunya akan berguna agar calon pembeli bisa tetap terhubung dengan Kamu.

    Dengan cara ini juga bisa menghindarkan diri kita dari sifat jutek dan terlihat peduli pada kondisi calon pembeli.
    .

  5. Gunakan Teknik 3 in 1
    Teknik 3 in 1 berarti menawarkan 3 keuntungan dalam 1 produk. Kenapa harus 3? Karena jumlah tersebut lebih dapat masuk ke pikiran konsumen dan lebih enak didengar.Misalnya:“Kalau kakak beli sabun ini, manfaatnya bisa untuk menghilangkan bekas jerawat, menghaluskan kulit, dan memberikan nutrisi lengkap untuk kulit.”
    Atau Kamu juga bisa menggunakan kalimat pembanding, seperti ini:“jika order 1 pcs harganya 20.000, jika order 20 pcs / 1 paket harganya jadi 15.000 perpcs hemat 100rb Free Member juga.”Teknik closing ini cukup efektif karena calon pembeli butuh pembanding dan mengetahui keunggulan produk secara lebih jelas sebelum membeli
    .
  6. Yakin Akan Membeli
    Teknik closing yang satu ini cukup mudah. Kamu hanya perlu mengasumsikan saja bahwa calon pembeli memang akan membeli produk Kamu. Kenapa? Karena closing itu soal keyakinan, jadi Kamu harus berpikir dan yakin bahwa calon pembeli akan benar-benar membeli produk Kamu.Misalnya ketika calon pembeli menanyakan harga, Kamu bisa mengatakan: “Harganya 2o.000 / pcs kak, kakak jika beli 20 pcs maka dapat harga member 1 pcs ketiung 15rbuan dan jika belanja ulang atau ajak teman gabung dapat bonus 50rb” Dari pertanyaan tersebut aja bisa mendorong calon pembeli untuk mempertimbangkan bahwa mereka akan membeli produk Kami.
    .
  7. Berikan Testimoni
    Seperti yang sudah Saya bahas diawal, bahwa kebanyakan orang Indonesia saat belanja online cenderung untuk bertanya terlebih dahulu dibanding langsung membeli. Terkadang mereka juga memerlukan bukti dari yang sudah melakukan pembelian.Nah, oleh sebab itu Kamu juga perlu memberikan testimoni dari pelanggan lain mengenai produk Kamu.Misalnya:“Produk saat dipakai dan bikin kulit bebas jerawat kak, ini kumpulan testimoni pelanggan Kami yang memiliki masalah seperti kakak”.
    Jangan lupa menyertakan bukti screenshot dari pelanggan tersebut untuk meningkatkan rasa percaya dari calon pembeli.
    .
  8. Sekarang atau Tidak Sama Sekali
    Teknik closing yang satu ini lebih menekankan pembeli bahwa mereka harus membeli produk Kamu sekarang, atau jika tidak mereka akan mengalami kerugian. Tapi ketika menggunakan teknik ini, Kamu jangan terlalu menekan calon pembeli, bisa-bisa mereka risih dan tidak jadi membeli.Kamu bisa menggunakan kata-kata seperti: “Kalau kakak beli sekarang, mendapatkan free ongkir hingga 20rb untuk 15 orang pertama“Atau:“Join serkarang, Free Ebook Marketing senilai 1jt”Dengan begitu, calon pembeli Kamu akan merasa terdesak untuk segera membeli.
    .
  9. Empati
    Kamu bisa memposisikan diri sebagai pembeli ketika menggunakan teknik closing ini. Misalnya calon pembeli kita mengeluh tentang wajahnya jerawatan dan bertanya apakah produk kosmetik kita bisa membantu.Nah, Kamu bisa memberi empati seperti: “Aku dulu juga kurang lebih kayak gitu kak, ganggu banget apalagi kalau ketemu teman. Tapi sejak pakai sabun ini, jerawat sedikit demi sedikit hilang dan Aku jadi lebih pede karena hasilnya emang cepet banget.” Dengan teknik ini, Kamu jadi bisa masuk ke dalam dunia si pelanggan dulu. Sehingga Kamu bisa mendapatkan hati pelanggan.Nah, itulah beberapa teknik closing yang bisa Kamu terapkan untuk meningkatkan omset penjualan. Semoga bermanfaat ya!
Copyright © 2026 Syarief Preneur
error: Content is protected !!